Tag

, ,

Part IV.

Demikianlah uraian dari tambo versi saya,dan menurut bahasa yg saya fahami,semoga menjadi masukan baru dalam menggali keaslian dari perjalanan sejarah. Untuk tambahan,menurut untaian dari tambo tersebut,terdapat kalimat yg terputus,atau ada baca’an teks nya yg hilang. Alasan nya,mengingat jk ‘Sang Menyata Sakti yg dimaksud oleh berita tambo, identik dg ‘Sang Hyang Sakti Nyata, maka berkemungkinan beliau ini hidup sezaman dg Raja Sangramawijaya, atau sesudah nya. Juga seangkatan dg Puyang Kakhai Lutung,dan Puyang Humagha Datu(karena dua nama ini disebut berbarengan) itu berarti teks,yg menyebut nama Humagha Datu dan teks ”Sekendak hati”(Raja kuwasa )itu kurang lebih kurun waktu antara kedua nya berjarak dikisaran dua abad. Dengan patokan,pada tahun 1375 M, sejarah Sunda mencatatat,kalau anak dari Resi Pandita Kahyangan(sdr Raja Kuasa) menjadi permaisuri di Kerajaan Galuh Kawali. Itu,menyimpulkan kalau era nya Resi Pandita ,Raja Kuwasa,dan Tamba kugha..dikisaran tahun 1275-1300 M. Untuk diketahui Raja Kwasa bermakam di daerah Ruos lama(Mong-kuk) Selabung Muaradua.Tidak berjauhan dg makam paman nya Raja Belang tundun.(bin Mpu Dalung sakti bin Mpu Halom)…..
Bersambung

Iklan