Tag

, , ,

Part II

(Sambungan)
Kata ‘Sakala biah atau Koeri (Kuri) dalam artikel tadi,adalah ucapan menurut aksen Belanda. Jadi jelas,kalau nama tsb bukan merupakan nama asli. Sebagai contoh,.banyak nama daerah,khusus nya di Lampoeng,yg berubah menurut pengucapan mereka. Seperti nama ” Keloembaiyong” yg merujuk pada nama daerah #Kelumbaiyan.berada di wilayah Teluk Semangka,Lampung. ‘Keeizerbaai’ >penamaan untuk Teluk Semangka.dan banyak lg yang lain nya. Menilik dari hal itu,saya berkeyakinan,kalau kata Sakala biah ini,adalah translett dari asal kata ‘Sakala bara/Sakala Bgha atau dg nama lain nya #Koeri. (Kuri) Lokasi daerah nya dalam artikel tsb ,berada di wilayah daerah Palembang. Dari sini sy mencoba meng identifikasi kesamaan makna dari nama Kuri. KOERI(KURI) ..adalah nama lain untuk Sakala biah, Sedang kan Koeri(Kuri) dalam bahasa daerah setempat(suku Daya,Lampung).identik dg makna,atau ber arti #GERBANG. Dari nama yg di maksud ini,menunjuk ke sebuah perkampungan(Tiyuh) yg lokasi nya terletak di sebelah barat dari Desa Pendagan(seperti yg dimuat di artikel awal) sesudah nya baru Desa Mahanggin,tempat bermakam nya Puyang Si Balakuang bin Raja Cacat Becit, juga Balakuang ini,bapak dari Mpu Runjung,Mpu Rawan,Mpu Sandang,dan Putri Duidui,.kesemua nya menjadi penguasa dari ke buayan menurut nama masing2,.Desa2 (perkampungan tsb tadi,terletak di sebelah barat dari Kota Muaradua OKU.Selatan.
Jika itu betul begitu,berarti nama #SAKALABGHA. (yg ditafsirkan dg bacaan Sakslaberak)itu adalah #SAKALABIAH. Nama dari daerah yg dimaksud oleh artikel ‘Lampoeng Toembai’ yg di muat di harian Lampung Pos(26 april 2015). Seperti nya,asumsi itu sangat sahih,dan mungkin saja pendapat sy ini,akan menimbulkan rasa ketidak puasan dari yg lain.Khusus nya bagi mereka yg sangat mendewakan nama negri tsb. Sebuah Tambo sejarah,sebagai penunjang dari ketrangan sy ini,(akan sy muat teks nya),juga ada menyebut nama dari daerah yg sy maksud .Tambo ini,meskipun hanya berupa sepenggalan bait kata,namun jika diartikan,makna nya sama dg sebuah catatan Prasasti. Tambo ini berasal dari simpanan sdr #Jalang.seorang tokoh masyarakat yg mewakili kebuayan Nyekhupa.Perwatin Suku 12.Marga Liwa.(Lambar) Namun jika menilik dari isi tambo,mungkin beliau ini,hanya kebagian menyimpan nya saja.

Sepanjang yg diketahui,dari banyak nya pengakuan2 masyarakat yg mengaku mempunyai simpanan tambo2 yg berkaitan dg sejarah Lampung. Baru satu ini yg mengulas nama2 tokoh yg di hormati sebagai puyang2 yg menurunkan zuriat serta kebuayan yg ada di Lampung.Dari kupasan isi tambo yg akan saya muat di tulisan ini merujuk kembali ke nama daerah yg sdh di ulas tadi.

Isi Tambo.
…’ Saka..di aman hilian .
…’Kaghai Lutung..
…’Te ghekop….
… ‘Bebayang..
….Menyata Sakti..
….Saghkedok, mu Hun.
Di Tanoh Tuah…
….HUMAGHA DATU.ngulih langke
doh…..

………( ada teks yg hilang )……
¤..Ketapang handak,..
¤ Babagh kebelah
¤ Keramatullah Sekendak Hati..
¤ Buliba..¤ Liba ke Punggogh Aji
¤ Pulimpuh di Dalung Sakti Nan
Jitu. ¤ Mula menjadi Se Mong
Kuk Pitu..(Bersambung Part III)

Iklan