Sampingan

Mengenal Sejarah dan Mempelajari nya

Tag

, ,

(PART VI)
—————————————- Alhasil kesimpulan ahir yg didapat,menurut data2 dan analisa.Menyimpul kan bahwa nama yg di klaim sebagai sebuah nama keraja’an itu yaitu nama Sakala berak, hanyalah nama sebuah aliran sungai dan sebuah tiyuh pemukiman kuno.

Menilik,dari pengucapan2 tentang nama tersebut,sudah jelas asal nya didapat dari ‘membaca’ dan ‘mendengar’ waghahan(dongeng) Yang berarti, meskipun makna dari nama yg didaulat sebagai nama keraja’an itu bisa di fahami. Namun lokasi tempat serta domisili dari nama tersebut,sampai sa’at ini tidak diketahui.

Yang benar, sebagai asal dan nama SAKALA BERAK tsb,tertulis dg baca’an SAKALA BGHA. jika diperhatikan, kata ‘BGHA’ ini,mirip2 dg nama sebuah sungai yg digali oleh ‘Raja Purnawarman(Taruma) pada abad 4 masehi.yaitu sungai Candra BGHA. Nama ini jk di Indonesia kan ,akan bermakna ‘Candra = bulan dan ‘Bgha(Bagha) = Purnama,berarti sungai yg digali oleh raja tsb,bernama ‘Bulan Purnama’. Begitu jg dg nama ‘Sakala Bgha’ berdasarkan peneletian seorang ahli sejarah yg nama nya sdh disebut sebelum nya(van deer Moulen) beliau mengatakan kalau arti dari kata ‘SAKALA’ tsb,sama dg aliran sungai. Bahasa ini,masih digunakan oleh penduduk yg mendiami kepulauan Mindanao. Dan..jika mengacu pada kesama’an nama tersebut, Maka,yg dimaksud dg kata ‘SAKALA BGHA’ itu bukanlah nama dari sebuah keraja’an. Nama tersebut menunjuk kepada sebuah tempat atau daerah yg berada dialiran sungai tsb.Jadi..,maksud dari nama ‘SAKALA BGHA’ itu sama dg ‘Sungai Bgha(Bagha) atau ‘Sungai Purnama’

Sampingan

Mengenal Sejarah dan Mempelajari nya

Tag

, ,

( PART V )

…….. Sedangkan istri dari Twan Raja Kwasa yaitu Putri Bidari putih,(ibu dr Dayang Mustika) seperti nya sdh terlupakan.Menurut wara2,beliau ini,bermakam di desa Pauh Marga Aji Selabung.

Kembali kepokok bahasan awal..Yg menjadi permasalahan disini ,ialah nama sebuah negri yg menurut arsip yg tersimpan di negri Belanda..negri itu bernama’ SAKALO BIAH”/ini catatan nama versi lidah Belanda.Namun,nama ini,sangat identik dg nama ”SAKALA BGHA” yg dibaca oleh sebagian orang,menjadi ”SAKALA BERAK” sebuah negri yg diklaim oleh banyak suku,sebagai negri tua ,asal muasal dari nenek moyang nya suku2 yg ada di jazirah Lampung.

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat,kepada para sepuh pendahulu,dan para tokoh2 adat, analysa saya,mengatakan, serta juga sesuai dari ktrangan tambo yg sudah di ulas diatas, maka..> SAKALA BIA >sama dengan SAKALA BGHA yg dibaca menjadi nama SAKALA BERAK.> sama dg #KURI. Yg secara harfiah nya bermakna #Gerbang. Maka,negri yg diribut kan dan tidak diketahui tempat nya itu,terletak di wilayah Muaradua kab.O.K.U.Selatan (Sum-Sel)
Berat dan positiv,daerah Se-la-pon,,yg tercatan di perjalan pendeta Fa hien dikisaran abad 4 masehi,yg juga didaulat oleh Itsing di era abad 6/7 masehi, dg nama To-la-pong/To-la-powang..itu berasal dari nama SE-LA-BUNG..yg hulu nya bersal dari Danau Ranau….

(bersambung)

Sampingan

Mengenal Sejarah dan Mempelajari nya

Tag

, ,

Part IV.

Demikianlah uraian dari tambo versi saya,dan menurut bahasa yg saya fahami,semoga menjadi masukan baru dalam menggali keaslian dari perjalanan sejarah. Untuk tambahan,menurut untaian dari tambo tersebut,terdapat kalimat yg terputus,atau ada baca’an teks nya yg hilang. Alasan nya,mengingat jk ‘Sang Menyata Sakti yg dimaksud oleh berita tambo, identik dg ‘Sang Hyang Sakti Nyata, maka berkemungkinan beliau ini hidup sezaman dg Raja Sangramawijaya, atau sesudah nya. Juga seangkatan dg Puyang Kakhai Lutung,dan Puyang Humagha Datu(karena dua nama ini disebut berbarengan) itu berarti teks,yg menyebut nama Humagha Datu dan teks ”Sekendak hati”(Raja kuwasa )itu kurang lebih kurun waktu antara kedua nya berjarak dikisaran dua abad. Dengan patokan,pada tahun 1375 M, sejarah Sunda mencatatat,kalau anak dari Resi Pandita Kahyangan(sdr Raja Kuasa) menjadi permaisuri di Kerajaan Galuh Kawali. Itu,menyimpulkan kalau era nya Resi Pandita ,Raja Kuwasa,dan Tamba kugha..dikisaran tahun 1275-1300 M. Untuk diketahui Raja Kwasa bermakam di daerah Ruos lama(Mong-kuk) Selabung Muaradua.Tidak berjauhan dg makam paman nya Raja Belang tundun.(bin Mpu Dalung sakti bin Mpu Halom)…..
Bersambung

Sampingan

¤ SAKALA BIAH = SAKALA BGHA ¤

Tag

, ,

( PART III )

..Sambungan..
…itulah sekelumit kata yg ada pada Tambo. Sepintas, seperti nya hanya kata2 yg tak bermakna. Namun,jika di urai kita se olah2 turut juga merasa bahwa dari makna yg tersimpan,telah terjadi sesuatu peristiwa yg tidak diketahui. Peristiwa apa yg pernah terjadi tersebut..? Untaian dari tambo,menurut makna yg tersirat dari kata2 nya bermakna.
¤ SAKA ¤ adalah nama sebuah sungai yg bermuara di kota Muaradua (artikel yg di muat di Harian Lampung Pos,yg bersumber dari arsip Belanda,tdk menyebut nya dg nama Komering) Sungai SAKA ini,bertemu dg Sungai Selabung,yg berasal dari Danau Ranau,di hulu Kota Muaradua.Dan mengalir sampai ke daerah Palembang atau tepat nya ke Muara Upang.) ¤ DI AMAN HILIAN ¤ ..maksud dari kata2 ini..’ daerah disepanjang sungai ini,tenang,damai dan aman. ¤ KAKHAI LUTUNG ¤ (Monyet Jantan ) nama dari se orang tokoh,yg di yakini sebagai tetua dari kland Se Menguk.Juga mempunyai nama lain atau jejuluk Puyang Raje Setemu.Kabar nya makam beliau terletak di Ds.Pengandonan OKU.
¤ TE KHEKOP ¤ ..maksud nya,diam..tidak bisa berbuat apa2.
¤ BE BAYANG ¤..dibawah lindungan atau kekuasa,an ¤ #SANG_MENYATA_SAKTI.> nama ini disinyalir bernama Sang Hyang Sakti Nyata. Yang menurut Hypotesa analysis,masih kerabat dekat dari Raja Sang Ramawijayatungga warman, Raja Sriwijaya yg pernah ditangkap oleh Rajendra Cola 1025M. Beliau jg dikabarkan,anak dari Yuwa raja Sri Hari Dewa,yg nama nya tertera pada batu Prasasti Bawang (Lambar) ¤ SAKHKEDOK MU HUN ¤ > maksud nya, selalu merasa seperti orang asing..¤ DI TANOH TUAH ¤ di daerah atau negri yg bertuah. ¤#HUMAKHADATU.¤ nama seorang tokoh yg masih mysteri baik keberadaan nya atau pun zuriat nya, Nama nya banyak di klaim sebagai nama ke buayan di Lampung seperti Miradatu,Baradatu. Namun jika menilik dr makna nama nya.yg ber arti ‘Datu Muara(Humakha) berkemungkinan,beliau lah yg dimakam kan di muara Sungai Saka dan Selabung.Yg bermakam ini juga sering di klaim sebagai puyang Komering,ada jg menyebutkan kalau yg dimakam kan disitu adalah seorang saudagar pembeli buah pinang yg beradal dari Tanjung Komorin India (waAllaahu alam)
¤ NGULIH LANGKEDOH ¤ menanyakan langkah atau bertanya rencana kedepan nya.
………(teks hilang)……

¤ KETAPANG HANDAK ¤ nama sebuah negri atau pemukima.¤ BABAKH KEBELAH ¤ maksud nya negri yg bernama ‘Ketapang Handak’ itu terpisah dua..¤ KERAMATULLAH SEKENDAK HATI ¤
.nama lain dari Puyang Twan Raja Kuasa, sdr dari Mpu Resi Pandita Kahayangan atau Resi Susuk Lampung> bapak dari Dewi Ratna Sarkati permaisuri dari Raja Anggalatang Niskala Wastu Kencana ,Raja kerajaan Galuh Kwali Sunda 1350 M. ¤ BULIBA ¤ berpindah atau berjalan ke arah hilir menyusuri aliran sungai.¤ LIBA KE PUNGGOKH AJI ¤ datang ke daerah yg sudah ditinggal kan #Aji.(nama dari rumpun suku yg ada di daerah hulu Muaradua,di beritakan suku ini beradal dari daerah Kaur.Bengkulu. ¤ PULIMPUH di#DALUNG_SAKTI_NANJITU.> berkumpul dg Dalung Sakti> beliau ini anak dari Pu Halom >Raja Mwong dg gelaran Ratu Pesagi IV..dan Mpu Dalung Sakti bapak dari Twan Raja Kuasa,Mpu Resi Pandita Kahayangan, serta Mpu Tamba kura. ¤ MULA MENJADI SE MONG KUK (SEMEMENGUK) PITU.> maka setelah berkumpul ditempat bapak nya,terbentuk lah kesatuan yg bernama SE MONG KUK (nams keturunan juga nama daerah nya yaitu Mong Kuk/sekarang berubah menjadi Mangkok atau Ruwos menurut nama sungai yg mengalir didaerah mereka(Punggur Aji).

(Bersambung ke Part IV )

Sampingan

¤ SAKALA BIAH = SAKALA BGHA ¤

Tag

, , ,

Part II

(Sambungan)
Kata ‘Sakala biah atau Koeri (Kuri) dalam artikel tadi,adalah ucapan menurut aksen Belanda. Jadi jelas,kalau nama tsb bukan merupakan nama asli. Sebagai contoh,.banyak nama daerah,khusus nya di Lampoeng,yg berubah menurut pengucapan mereka. Seperti nama ” Keloembaiyong” yg merujuk pada nama daerah #Kelumbaiyan.berada di wilayah Teluk Semangka,Lampung. ‘Keeizerbaai’ >penamaan untuk Teluk Semangka.dan banyak lg yang lain nya. Menilik dari hal itu,saya berkeyakinan,kalau kata Sakala biah ini,adalah translett dari asal kata ‘Sakala bara/Sakala Bgha atau dg nama lain nya #Koeri. (Kuri) Lokasi daerah nya dalam artikel tsb ,berada di wilayah daerah Palembang. Dari sini sy mencoba meng identifikasi kesamaan makna dari nama Kuri. KOERI(KURI) ..adalah nama lain untuk Sakala biah, Sedang kan Koeri(Kuri) dalam bahasa daerah setempat(suku Daya,Lampung).identik dg makna,atau ber arti #GERBANG. Dari nama yg di maksud ini,menunjuk ke sebuah perkampungan(Tiyuh) yg lokasi nya terletak di sebelah barat dari Desa Pendagan(seperti yg dimuat di artikel awal) sesudah nya baru Desa Mahanggin,tempat bermakam nya Puyang Si Balakuang bin Raja Cacat Becit, juga Balakuang ini,bapak dari Mpu Runjung,Mpu Rawan,Mpu Sandang,dan Putri Duidui,.kesemua nya menjadi penguasa dari ke buayan menurut nama masing2,.Desa2 (perkampungan tsb tadi,terletak di sebelah barat dari Kota Muaradua OKU.Selatan.
Jika itu betul begitu,berarti nama #SAKALABGHA. (yg ditafsirkan dg bacaan Sakslaberak)itu adalah #SAKALABIAH. Nama dari daerah yg dimaksud oleh artikel ‘Lampoeng Toembai’ yg di muat di harian Lampung Pos(26 april 2015). Seperti nya,asumsi itu sangat sahih,dan mungkin saja pendapat sy ini,akan menimbulkan rasa ketidak puasan dari yg lain.Khusus nya bagi mereka yg sangat mendewakan nama negri tsb. Sebuah Tambo sejarah,sebagai penunjang dari ketrangan sy ini,(akan sy muat teks nya),juga ada menyebut nama dari daerah yg sy maksud .Tambo ini,meskipun hanya berupa sepenggalan bait kata,namun jika diartikan,makna nya sama dg sebuah catatan Prasasti. Tambo ini berasal dari simpanan sdr #Jalang.seorang tokoh masyarakat yg mewakili kebuayan Nyekhupa.Perwatin Suku 12.Marga Liwa.(Lambar) Namun jika menilik dari isi tambo,mungkin beliau ini,hanya kebagian menyimpan nya saja.

Sepanjang yg diketahui,dari banyak nya pengakuan2 masyarakat yg mengaku mempunyai simpanan tambo2 yg berkaitan dg sejarah Lampung. Baru satu ini yg mengulas nama2 tokoh yg di hormati sebagai puyang2 yg menurunkan zuriat serta kebuayan yg ada di Lampung.Dari kupasan isi tambo yg akan saya muat di tulisan ini merujuk kembali ke nama daerah yg sdh di ulas tadi.

Isi Tambo.
…’ Saka..di aman hilian .
…’Kaghai Lutung..
…’Te ghekop….
… ‘Bebayang..
….Menyata Sakti..
….Saghkedok, mu Hun.
Di Tanoh Tuah…
….HUMAGHA DATU.ngulih langke
doh…..

………( ada teks yg hilang )……
¤..Ketapang handak,..
¤ Babagh kebelah
¤ Keramatullah Sekendak Hati..
¤ Buliba..¤ Liba ke Punggogh Aji
¤ Pulimpuh di Dalung Sakti Nan
Jitu. ¤ Mula menjadi Se Mong
Kuk Pitu..(Bersambung Part III)

Sampingan

¤ SAKALA BIAH = SAKALA BGHA ¤

‘Sesuatu yg besar itu, berasal dari yang kecil’ …..

(Part I )

Ditulisan ini,saya berusaha mengungkapkan sebuah opini tentang sejarah. Berdasrkan makna dari kata2 yg sangat jarang di dengar. Adapun pokok ulasan dan bahasan ini, iyalah..mengenai sebuah nama negri yg banyak di klaim oleh banyak orang. Sebagai sebuah nama keraja,an. Yang kata nya,dahulu ada di wilayah Lampung barat. Keraja’an tsb dinamai dg nama SAKALA BERAK,(teks asli nya #SAKALA_BGHA. ) secara harfiah nya,berdasarkan pemaknaan dari bahasa daerah setempat, Sakala> sejenis tumbuhan hutan,yg masih semarga dg ‘Kapulaga’ dan Bgha(di baca’ berak> diartikan dg makna luas). Jadi kesimpulan dari makna Sakal Berak ini,ialah Sakala yg luas.
Namun,meskipun nama ini sudah di klaim secara global oleh banyak fihak,ternyata sampai kini lokasi nya belum bisa di pastikan. Apakah betul negri tsb,memang ada dan bernama begitu? Ataukah..negri tsb memang bukan berada di jazirah Lampoeng,seperti banyak diakui oleh banyyak orang,dan para pemangku adat..yg kata nya,.daerah tsb ,berada di area Lampung barat.
Namun..pada kenyataan nya,seperti pernah di muat di salah sat web(link nya lupa) pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Inggris yg berkedudukan di Bengkulen,.Sir Thomas S.Raffles.beliau yg ahli botani dan sejarah ini,sengaja melakukan ekspedisi pencarian. Berangkat dari Krui menyisir daerah perbukitan yg ada disana,namun tdk membuah kan hasil alias nihil. Kesimpulan beliau,neegri yg di klaim sebagai pusat asal muasal orang Lampung itu hanya fiktip. Selanjut nya..berkenaan dg hal itu, sy tertarik dg sebuah berita sejarah yg pernah dimuat di harian ‘ LAMPUNG POS’ di rubrik artikel ‘Lampoeng Toembai’ yg di muat pada tgl 26 April 2015.,karena sedikit banyak nya,berita yg di muat di rubrik tsb,memuat nama tempat dan daerah,dan nama tokoh yg di tuakan oleh salah satu suku kita yg ada di Lampung. Dan nama daerah yg saya maksud itu,seperti nya mirip2 fg nama negri yg sudah di bahas di awal tadi. Judul artikel nya ” MINAK BAGINDOEH”..
Ringkas cerita,..Di daerah Palembang, di dusun #SAKALABIAH.(Koeri) tinggallah seorang laki2 yg bernama ‘Oempoe Seroenting’ anak nya bernama ‘Minak Bagindoeh(Minak Bageduh).berkelana…kemudian tinggal di dusun Penagan (#Pendaga.didekat muara Way(sungai) Saka. Setelah itu,dia pindah lagi ke dusun Jagaraga(ket:l/k 15 dihilir Muaradua).Dia pindah lagi,dan menetap di Gedung Njapar(Nyapah?) daerah Aboeng(abung). Tentu.kt semua pencinta sejarah Lampung,sudah sama tau,kalau Minak Bageduh ini,salah satu tokoh yg di keramat kan khusus nya sdr2 kita dari suku Abung /Menggala.
Nah kisah yg di nukil dari sumber arsip di negri Belanda ini,saya jadikan acua dasar dari nama sebuah daerah, yg nanti nya daerah yg sy maksud,akan di temukan juga di penggalan teks sebuah tambo sejarah,yg sedikit banyak nya isi tambo tsb,merujuk atau menunjuk kesebuah tempat atau daerah yg telah disebutkan diatas yaitu nama SAKA.¤
(BERSAMBUNG .PART II )

Sampingan

¤ SEJARAH YANG HILANG ¤

Tag

No person, Sara,& Politik.

Sejarah…dibuat berdasar kan manuskrip,catatan2 dan hubungan antar kekerabatan. Jadi kesimpulan nya, bukanlah meng ada2, apalagi merekayasa.
Ditengah kesemerawutan dari banyak nya pengakuan2. Maka terkumpul lah sedikit banyak nya, data pelengkap, tentang ada nya sejarah ini. Baik yg bersumber dari yg bersangkutan, maupun bukti2 dari yang masih tersisa. Selanjut nya, demi mengurai kekisruhan yg sering terjadi di masyarakat adat, yg menyangkut di masalah keadatan yg ada sekarang. Maka..izinkan saya menuliskan sedikit keterangan yang mungkin agak menyimpang dari yg sudah di ketahui oleh umum.

Yaitu,mengenai kesatuan adat atau kland, yg kalau di daerah Belalau Lampung barat,kland kesatuan adat ini, bernama # GEMUNTUR_AGUNG_ Didirikan oleh ‘Adipati Raja Paksi. Anak lelaki dari Pun Semula Raja bin Mpu Jadi/ Sijadi helau/Semula jadi. Di daerah Cukuh Tekhegak Belalau,setelah ber akhir nya perang saudara,antara Adipati Raja Paksi dg sdr ipar nya sendiri. Perlambangan atau Panji panji adat. Lukisan gambar Kijang yg menyisiri tebing,( Kijang Nelipit tebing) dan kilatan petir. Orang dahulu,ketika membuat nama,gelaran,adok.tentu mempunyai arti falsafah yg kebenaran nya selalu terbukti. Maka sesuai dg nama nya ‘ GEMUNTUR AGUNG ” atau secara harfiah nya,bermakna ‘Guntur besar’. Maka..sifat dari/alam, seperti hal nya ‘Guntur’ tsb,juga ikut mewarnai perjalanan hidup nya kland ini.
Arti nya, hanya ada suara dan kilatan petir,sesudah itu menghilang. Demikian juga hal nya dg kland ini. Yang tinggal hanya sebuah nama,namun orang2 nya tersebar ke mana2.
Adapun hal nya dg saudara ipar nya, dikenal dg sebutan nama Tuan Pak Lang, seorang perantau dari Dharmasraya( ketr: Batin Syafei,alm Buay Belunguh ) Keributan dan kesalah fahaman itu berhasil didamaikan. Di ikat dg perjanjian yg bernama Perjanjian ‘ Belah Helau ‘ belah atau berpisah secara baik2.namun jika dikaji secara fakta,sesuatu hal yg sudah terbelah itu susah untuk disatukan. Namun isi dari perjanjian tsb,sangat merugikan fihak Adipati Raja Paksi. Adapun garis besar perjanjian tsb berbunyi..’tidak memerintah, tapi tidak di perintah’ .Setelah keadaan mereda ,Tuan Pak Lang dan pengikut nya berpindah membuat permukiman baru yg terletah di daerah yg bernama ‘ Atar Hanibung’. Ditempat baru itu dia memproklamirkan kesatuan kland nya dg nama ‘ Kebuayan Se Para Nong,(kumpulan semua Nong ) Atau sekarang lazim disebut dg nama Buay PerNong. Beliau diangkat menjadi raja di kebuayan Pernong, dg gelaran Raja Selalawa Sang unguru.dan untuk kebuayan adik ipar nya yaitu Adipati Raja Paksi, mengingat sewktu terjadi nya peperangan,fihak adik nya menyerbu musuh,meminta Keanyangan, atau minta supaya musuh nya menyerang,karena fihak musuh melarikan diri dari kancah peperangan. Maka untuk mengingat hal itu, mereka di gelari Buay Ke anyangan( atau Kanyangan). Akibat isi perjanjian yg di artikan sangat menguntungkan, bagi fihak ‘Raja Selalawa, maka banyak dari pengikut Adipati Raja Paksi,merasa kurang puas. Mereka menganggap kalau Sang Adipati ,terlalu lemah,dan lain lain.
Hal tsb..membuat Adipati Raja Paksi,mengasingkan diri dan ghaib,menghilang tidak diketahui kemana arah pergi nya.

Masa demi masa berganti,sejarah kehidupan pun bergulir,dan semakin hilang serta hampir terlupakan. Cerita pun berubah…. Versi nya menurut siapa yg berkuasa pada waktu itu. Sampai masuk nya ‘kaum penjajah kolonial di era abad 18.Kekuasaan negri atas nama wilayah yg dinaungi oleh keadatan,diganti oleh pemerintah kolonial dg system ‘kepala marga. Yang di pimpin oleh seseoran yg di sebut Pe sirah.Seorang Pasirah dipilih oleh rakyat,jd bukan berdasarkan keningratan.Mungkin untuk memudah kan pengontrolan wilayah,makamarga Anak Mesali iwa atau Seliwa dan Maraga Belalau (Batu berak) di gabung menjadi satu ke Pesirahan. Namun setelah Belanda hengkang,kepesirahan initidak lagi ditentukan oleh pilihan rakyat. Pemerintahan nya kembali ke system kerajaan. Raja raja pada setiap buay,memerintah rakyat nya sendiri2. Lain dg beberapa kebayan yg ada di Sumatera selatan,pemilihan Pesirah ini masih berlangsung sampai berakhir nya pemerintahan Orla
Di zaman kolonial inilah,banyak bukti2 sejarah menghilang atau dihilangkan. Diganti dg sejarah versi baru,yg tentu saja menurut kehendak yg menjadi pucuk pimpinan Marga.
Begitu juga dg adok gelaran adat,maka dikarenakan terdapat banyak gelaran Raja,pada bawahan nya.Maka..untuk pembeda bahwa ‘dia’ adalah Raja tertinggi dari Raja2 yg lain. Adok atau gelaran nya pun berubah menjadi ‘ Sultan’ atau ‘Suttan’ . System kekuasaan memerintah pun berubah,kalau dulu system yg dipakai berprinsip,kekeluargaan & gotong royong atau ‘ Sakai Se ambaian’ maka nencontek dr system kolonial,di ciptakan lah U.U.dan peraturan2 yg membuat rakyat takut,Pernah ada terbaca ” kalimat pepancor disalah satu kebuayan yg berbunyi ‘ Pisan sumbah tinggal,te panjin di nekhaka, Piasan Saibatin tisakkal, Lebon hak,lebon suaka.
Kurang lebih makna nya’ Sekali sembah tidak dilakukan,maka ancaman nya Noraka imbalan ,untuk rakyat yg lalai untuk datang bersembah takluk.seperti tdk memenuhi kewajiban upeti pada yg dipertuan. Sekali,sabda perintah dari yg dipertuan,dibantah,dilawan,maka rakyat tsb,akan kehilangan hak milik nya dan perlindungan atas nyawa nya,hukuman nya terbuang dan dikucilkan dr masyarakat&keluarga nya. Ini fakta yg real. Alhasil hal tsb,baru berakhir setelah pendudukan Jepang, menyerah pada Sekutu.

Alhasil.cerita tentang ke anggunan Gemuntur agung pun ikut sirna,dilibas masa,dan berganti dg kisah2 baru. Dan setelah ratusan tahun lenyap dan dilupakan. Sahdan…di era pertengahan tahun 2014,seorang teman (andisofyan_af@yahoo,com) memberi informasi,yg bersangkutan dg sejarah diatas,beliau ini…bercerita kalau dia tinggal didaerah Kalianda Lampung Selatan. Menurut info dr beliau ini,penduduk yg pertama kali berdiam di wilayah Kalianda. Dulu nya hanya terdiri dari tiga buah desa. Yaitu Desa tengkujuh bersal dari Buay Sindi, Desa Maja dari rombongan Buay Runjung,dan desa Kahay,dari Buay Khaja(Raja). Namun menurut teman ini.desa Kahay,sudah lama ditiggalkan.Penduduk nya mengungsi ketika Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 M. Menarik nya dr cerita beliau ini,di Desa Kahay ini terdapat makam seorang tokoh wali dan di keramatkan. Dan yg di makam kan disitu bernama RATU Muhamad Ali,bergelar Pangeran Si Ngebrata atau dg nama lain Raja Gemuntur Agung. Yang hidup di kisaran abad 15. Beliau jg dikabarkan ikut membantu Kesultanan Banten, memerangi kerajaan Pajajaran yg masih beragama Hindu. Nah…dr info beliau ini,ternyata Raja Gemuntu agung.Adipati Raja Paksi,hijrah dan ‘ Ngebrata” (menyepi dan mengasingkan diri) di Desa Kahay Pesisir Kalianda. Demikianlah,ahir perjalanan hidup, Raja Gemuntur Agung, Adipati Raja Paksi. Raja Buay Kanyangan. Keturunan beliau banyak berdiam di Pekon Geringan Belalau Balik bukit Lampung barat ¤

Halo dunia!

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika Anda menyukai, gunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa Anda memulai blog ini dan apa rencana Anda dengan blog ini.

Selamat blogging!